Ku hembuskan nafas
di setiap jalan…mencoba untuk meraih… sebab … sudah cukup menahan penderitaan
yang berkepanjangan … awal kegirangan menjadi rapuh … tak bisa berdiri tegak
tersenyum …hanya bisa tertunduk lesu … tak terlihat di luar… namun … hati yang
tersayat… tak bisa terlihat oleh orang… hanya senyum,ceria,tertawa yang palsu… berubah
lah diriku… semakin dewasa… semakin
teka-teka ini… sulit di pecahkan dan di satukan… namun… inilah hidup
tanpa masalah tidak bisa menjadikan dewasa…. Tapi … aku sekarang bisa berdiri
tegak di depan ribuan orang… memberi nasihat… memberi senyuman manis kepadaku…
mereka mengangguk-ngangguk ketika aku berbicara… kini angan-anganku bukanlah
sebuah khayalan… tapi ini nyata… nyata dalam kehidupan di fartamogana..
Ku berkata dan melihat sambil kutunjukan mereka:
“bunda,ayah ananda sudah menjadi orang sukses”
Mereka meneteskan air mata, mataku pun berkaca-kaca
(lupa satu baris lagi apa)
Bunda ayah terimakasih
Aku menyayangimu…
Kamis, 10 juni 2010 (buat
puisi aslinya) / ahad,21 nov 2010 (sudah di rubah)
By: lusiati ulmaiah
J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J Puisi ini di bacakan
di depan kelas 6 r4 ketika pelajaran bahasa Indonesia, dan mereka pun tersihir
dengan puisi ini, ada yang meneteskan airmata, ada yang terdiam menghayal kan
kesuksesan amin J. Terimakasih ya allah telah memberi itu semua
kepada kami. Semoga puisi ini menjadi kenyataan amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar