Senin, 24 September 2012

Angan-anganku menjadi kenyataan



 Ku hembuskan nafas di setiap jalan…mencoba untuk meraih… sebab … sudah cukup menahan penderitaan yang berkepanjangan … awal kegirangan menjadi rapuh … tak bisa berdiri tegak tersenyum …hanya bisa tertunduk lesu … tak terlihat di luar… namun … hati yang tersayat… tak bisa terlihat oleh orang… hanya senyum,ceria,tertawa yang palsu… berubah lah diriku… semakin dewasa… semakin  teka-teka ini… sulit di pecahkan dan di satukan… namun… inilah hidup tanpa masalah tidak bisa menjadikan dewasa…. Tapi … aku sekarang bisa berdiri tegak di depan ribuan orang… memberi nasihat… memberi senyuman manis kepadaku… mereka mengangguk-ngangguk ketika aku berbicara… kini angan-anganku bukanlah sebuah khayalan… tapi ini nyata… nyata dalam kehidupan di fartamogana..
Ku berkata dan melihat sambil kutunjukan mereka:
“bunda,ayah ananda sudah menjadi orang sukses”
Mereka meneteskan air mata, mataku pun berkaca-kaca
(lupa satu baris lagi apa)
Bunda ayah terimakasih
Aku menyayangimu…
                 

                                               Kamis,  10 juni 2010 (buat puisi aslinya) / ahad,21 nov 2010 (sudah di rubah)
                                                                                                                                              By: lusiati ulmaiah

J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J Puisi ini di bacakan di depan kelas 6 r4 ketika pelajaran bahasa Indonesia, dan mereka pun tersihir dengan puisi ini, ada yang meneteskan airmata, ada yang terdiam menghayal kan kesuksesan amin J.   Terimakasih ya allah telah memberi itu semua kepada kami. Semoga puisi ini menjadi kenyataan amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar