Selasa, 25 September 2012

Kamis 16 February , 2012


Ketika pukul 9:00 WIB di mulai pelajaran dokkai kalau dalam bahasa indonesianya menalaah, kalau inget kata menelaah ingat pelajaran mutholaah itu bahasa arabnya, nah kalau inget bahasa arab kembali pada 6 tahun yang lalu. Ada apa sih 6 tahun lalu? Hmm ada bangunan yang besar dan banyak penguninya lebih dari 200 orang, waw :0. Sebut saja pesantren modern. Sekilas mengulas masa lalu. Aku bersama anak rectfor yang jumlah lebih dari 20 orang bersama putra, perjuangan kami sampai lulus itu beuhhh kalau di gambarkan seperti warna pelangi huhuhuy “bagus dong” J.
Kembali lagi ke pelajaran dokkai, ada apa sih dengan pelajaran dokkai? Unggggg’’’’’. Kami kelas 2C di ajarkan pelajaran tersebut oleh juju sensei beliau menceritakan tentang anaknya yang sekitar usia TK menulis NIKI (buku harian), lalu ada apa dengan NIKI? Hayuuu kita jawab J. Juju sensei ke jepang bersama anak dan suaminya dalam rangka meneruskan kuliahnya dia juga tidak hanya kuliah saja melainkan presentasi di sekolah anaknya tersebut.
“Ketika anaknya masuk sekolah sama sekali tidak bisa bahasa jepang di Tanya hanya ya mengangguk tidak menggeleng, bisa kita bayangkan seorang anak kecil yang langsung turun ke dunia yang tidak sama sekali dia tahu terlebih dalam bahasa beda sekali dalam bahasa Indonesia, tapi teman-temannya baik sekali ketika dia mau sekolah dan pulang di antarkan ke rumah. Setelah saya periksa buku-bukunya sehabis pulang sekolah ada satu kalimat di buku “kyou wa tsukareta”  (hari ini lelah),satu lembar demi lembar saya buka ternyata kalimatnya panjang, dari awal 2 kata menjadi 1 lembar kertas, hanya 2 bulan dia bisa bahasa jepang, ya karena masih anak-anak dan lingkungan yang lebih dominan”. Jelas juju sensei.
Menurutku ini bagus juga di terapkan oleh mahasiswa jurusan pendidikan bahasa jepang terlebih orang yang suka menulis dan suka buat cerpen,puisi, dan novel. Jangan terlalu jauh ingin membuat novel jepang tapi coba dulu dalam 1 helai kertas walaupun ada bahasa indonesianya jika tidak tahu itu juga. Latihan saja lah, masukan pertikel pertikel yang ada di bunpou J.
Ada lagi trik dari tedy sensei.” menghafal kanji jangan satu-satu di hafalkan tapi di ketahui,hafal dan mengerti kanji satu persatu ketika nanti bertemu dengan kanji yang tau akan tahu artinya. Sehari 5 kanji abis shalat, baca buku bunpou seklai habiskan hitung berapa jam, ga ada sampai 2 jam atau 1 jam.” Jelas tedy sensei
Saran dari ahmad sensei “ jangan pikirkan saya harus IP sekian, yang penting sekarang mah bisanya dulu ya, kalau masalah nilai itu mah dampak dari usahanya, sekarang bisa dulu aja, tetap semangat ya” J.

Senin, 24 September 2012

Kembali lagi..



Gerimis mengguyurkan kota bandung ini dingin angin sepoi sepoi membuat aku terlena dalam melihat pemandangan yang indah ini diatas tepatnya di kosan aku. Sambil mengingat ingat 5 bulan kemarin apa yang aku lakukan.
Awal masuk di UPI menjalani moka(opsek univ) setelah itu memasuki dunia perkuliahan. Sebelum masuk di dunia perkuliahan yang aku bayangkan adalah kuliah itu bebas tidak seperti sekolah yang harus tiap hari masuk dan pelajaran yang banyak. Tapi??? Apa yang aku pikirkan ternyata tidak sesuai banyak tuntutan ini itu lah, harus ini itu lah tidak seperti sekolah yang tidak ada tuntutan. Kata orang kuliah itu harus mandiri semuanya serba cari sendiri kalau tidak cari sendiri tertinggal informasi, ya memang benar.
2 minggu aku jalani kuliah dengan target harus bisa harus kejar teman teman ‘ingat kamu itu seperti anak experimen’ dari situ aku ingat belajar sungguh sungguh tati teman aku ketika di pesantren. Aku ikuti cara dia yang tak pernah letih belajar yang hanya ingat kepada orang tuanya yang membiayayi puluhan juta. Salut!!!
Memasuki dunia baca katakana dan hiragana sedikit mulai sedikit terasa sulit terlebih aku di suruh percakapan dan baca belum bisa baca masih seperti anak TK  percakapan masih seperti anak yang berusia 2 tahun, kosa kata pun aku tidak tahu. Mulai ada rasa tidak suka karena ‘apa sih itu hurufnya seperti itu’.
Mulai tidak buka buku pelajaran khusus hanya mata kuliah umum saja aku pelajari. Hari demi hari ketika waktunya pelajaran khusus aku tidak masuk karena ga mau berurusan pelajaran tersebut, 7 hari aku tidak masuk pelajaran khusus. Terbuka atau curhat kepada teman dekat yang di pesantren.
Aku bercerita mengeluh dengan jurusan yang aku tidak ingin, mereka memberi semangat dan mewajarkan. Saat itu yang aku pilih berbicara kepada ketua jurusan untuk pindah jurusan. Ketika sudah melepas kesal, aku di minta untuk menghadap pembingbing akademik. Terjadi perbincangan antara aku dan beliau. Beliau bercerita tentang pengalaman hidupnya, berbagai cara beliau coba untuk meraih BISA, wal hasil beliau mahir dalam bahasa jepang bahkan beliau sekarang sedang merencanakan bisnis oleh orang jepang.
“makasih ya pak”
“ya sama-sama, kalau mau bercerita pengalaman bapak masih banyak”
“ya pak”
“assalamualaikum”                             
“waalaikumsalam”
Aku bercerita kepada orang tua.
“ada 3 solusi yaitu 1.bisa pindah jurusan tapi ketika semester 4, 2. 2 tahun kuliah mata kuliah umum, ga usah ambil bahasa jepangnya ga apa apa mau masuk ya silahkan,tidak juga ga apa apa. 3. Mau ikutan snmptn lagi tahun depan silahkan. 4. Atau mau tunggu 2 tahun di rumah (waw lama banget)” jelasku
“ya itu mah terserah teteh”
Semua keputusan di tanganku. Seiring berjalannya waktu hari hari telah lewat aku ambil keputusan pindah jurusan tunggu 2 tahun hanya mengontrak mata kuliah umum saja.
Mulai tidak masuk kelas, lama kelamaan 1 kelas tahu dan dosenpun tahu. Aku maunya tidak ada yang tahu tapi ya sudahlah sudah terjadi, apa boleh buat. Sekarang orang tua aku yang kebingungan. Masalahnya selama 2 tahun hanya mengambil mata kuliah umum saja RUGI 30 juta masuk di UPI lewat jalur UM.
Terjadi permasalahan antara aku dan orang tua, yang beda pendapat dan presepsi. Aku inginya B orang tua inginnya A, bertolak belakang banget.  Penjelasan orang tua kepadaku detail sekali, aku faham tapi belum bisa terima semuanya.
“teteh jangan mengambil hawa nafsu, itu tuh godaan. Mamah rasa teteh mampu untuk mempelajarinya hanya TIDAK SUKA saja, mau nilai seberapapun ga apa apa, yang penting masuk sayang sama uangnya, 2 tahun teteh ga dapat apa apa.”
Aku jawab hanya kata “ya udah liat saja nanti” apa aku tersihir oleh perkataan orang tua TIDAK. Hampir 3 bulan orang tua dan aku bebeda pendapat. Berbagai cara sudah di jalankan termasuk aku di coba pindah universitas. Awalnya aku tidak ingin setelah berpikir “ya aku pindah universitas”. Coba Tanya kepada teman bisa tidak pindah menerima mahasiswa semester 2 ternyata bisa. Aku memberi tahu kepada mamah bahwasannya di IAIN SERANG bisa menerima mahasiswa pindahan.  Sms tersebut di baca oleh adik kebetulan aku sms lewat hpnya dan kebetulan juga orang tua sedang menjenguk adik yang sedang di pesantren.
“mah teteh jangan pindah universitas, sayang… kan upi itu negri”
Pembicaraan lewat telephonepun terjadi percakapan.
“percuma masuk ga bisa apa apa, ga mau usaha mah”
“oh ya udah geh, teteh bener mau tunggu 2 tahun?”
“YA” sambil bergumam
“bener?” meyakinkan
“YA MAU TUNGGU 2 TAHUN”
Tidak terjadi percakapan lagi.
Setelah lama menunggu 3 minggu aku tidak masuk bahasa jepang. Atas doa dari orang tua, dan orang tua pun tidak ridha kalau aku pindah jurusan,doa dari teman teman,keluargaku dan orang yang kenal tau aku. Aku kembali kepada bahasa jepang  meskipun teman teman kelas menganggap aku orang ANEH. Kalau aku jadi mereka aku akan dekati orang tersebut dan kasih semangat.  















Angan-anganku menjadi kenyataan



 Ku hembuskan nafas di setiap jalan…mencoba untuk meraih… sebab … sudah cukup menahan penderitaan yang berkepanjangan … awal kegirangan menjadi rapuh … tak bisa berdiri tegak tersenyum …hanya bisa tertunduk lesu … tak terlihat di luar… namun … hati yang tersayat… tak bisa terlihat oleh orang… hanya senyum,ceria,tertawa yang palsu… berubah lah diriku… semakin dewasa… semakin  teka-teka ini… sulit di pecahkan dan di satukan… namun… inilah hidup tanpa masalah tidak bisa menjadikan dewasa…. Tapi … aku sekarang bisa berdiri tegak di depan ribuan orang… memberi nasihat… memberi senyuman manis kepadaku… mereka mengangguk-ngangguk ketika aku berbicara… kini angan-anganku bukanlah sebuah khayalan… tapi ini nyata… nyata dalam kehidupan di fartamogana..
Ku berkata dan melihat sambil kutunjukan mereka:
“bunda,ayah ananda sudah menjadi orang sukses”
Mereka meneteskan air mata, mataku pun berkaca-kaca
(lupa satu baris lagi apa)
Bunda ayah terimakasih
Aku menyayangimu…
                 

                                               Kamis,  10 juni 2010 (buat puisi aslinya) / ahad,21 nov 2010 (sudah di rubah)
                                                                                                                                              By: lusiati ulmaiah

J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J J Puisi ini di bacakan di depan kelas 6 r4 ketika pelajaran bahasa Indonesia, dan mereka pun tersihir dengan puisi ini, ada yang meneteskan airmata, ada yang terdiam menghayal kan kesuksesan amin J.   Terimakasih ya allah telah memberi itu semua kepada kami. Semoga puisi ini menjadi kenyataan amin. 

Tolong Aku !!!


Tidak ada yang tau aku ini kenapa? Hanya aku yang tau, sedih rasanya bila ingat semua itu. itu bukan aku itu orang lain, aku ingin mencurahkan semuanya tapi tapi tapi sama siapakah? Sahabat aku yang di unpad dia sibuk banget, pengen menjerit sepuasnya pengen mengeluarkan semua kata-kata yang ada di hati pengen keluar dari dari zona tidak aman, tapi bagaimana caranya?. Salah besar? Aku akui itu salah, siapa yang pantas di salahi, aku? dia? Aku yang pantas di salahi.
Sedih ketika orang lain tersenyum saat mereka berbuat baik karena aku tidak seperti mereka. Harus kah aku berbicara menutupi semua kesedihanku?                                                                                                          
Haruskah aku menutupi semua yang aku keluhkan?
Haruskah aku menutupi air mata yang aku keluarkan?
Harus ? harus? Haruskah?
Sampai kapan terus begini yang tak tau ujungnya kisah ini
Siapa yang dapat mengakhiri kisah ini
Aku ?
Dia?
Mereka?
aku yang dapat mengakhiri semuanya.
Lantas bagaimanakah caranya
Aku hanya ingin memeluk kebaikan yang ada aku disana
Tersenyum, ceria yang ku pancarkan pada setiap orang
Bukan kepalsuan ataupun kedustaan

Terbit dan terbenam matahari itu
Sama saja yang aku lakukan tanpa ada perubahan
Andai ada orang yang mengerti dengan isi hatiku ini
Siapakah?
Menunggu kebaikan dan kebahagian yang benar-benar teratur
Tidak salah dan salah jalur
Bagaimana bisa?
Tolong aku
Tolong aku
Tolong aku
Aku ingin keluar dari zona tidak aman ini
Teriak, tangis hati, setetes air mata itu ada arti dari lubuk hati yang paling dalam
Tenang kan hatiku
Bawa aku dalam kehidupan yang lebih baik
Jangan seperti ini
Tolong aku
Tolong aku
Tolong aku..

Terimakasih


Hari ini benar kita bertemu di belakang fpbs hanya 1 kalimat dapat di ucap.
‘’mau break?’’ tanyaku
‘’ya aku maunya begitu’’ jawabnya singkat
‘’berapa lama?’’ tanyaku kembali yang udah pasrah dan males melihatnya dengan wajah yang udah males dan ga peduli.
‘’……’’ hanya mengangkat pundak saja, aku sudah pasrah semuanya mau dia begitu ok turuti keinginannya. Sekarang aku seperti dulu yang tanpanya menjalani semua dengan sendiri emang itu yang terbaik untukku. Tapi aku minta padanya setelah pikiran kita tenang ingin berbicara 4 mata bukan hal ini saja tapi hal lain juga.
‘’sayang, aku udah maafkan semua kesalahan kamu, udah yang lalu biar berlalu jangan kau pikirkan lagi. aku hanya ingin kita kaya dulu lagi seperti teman bercanda,makan bareng, cerita-cerita bareng dan lain-lain. ya mungkin sekarang waktunya tidak tepat entah kapan itu terjadi kembali, ini hanya sementara saja tetap jalani semuanya dengan ceria tunjukan siapa aku yang sebenarnya’’
Cukup tau saja dengannya di lihat dari raut wajah dan matanya hanya bisa tersenyum dan mengetahui, apa aku menjauh dari dia? Tidak tidak tidak, aku jadikan dia sahabat aku karena dia berarti dalam hidupku. Tapi bagaimana dengannya? Entah lah aku tidak tau bagaimana dengannya, mau anggap aku sebagai teman jauh,dekat ataupun musuh tidak masalah aku akan tetap baik padanya pasti dia juga berpikir, dan setelah lamanya dia baik padaku amin J.
Jika suatu saat kita bertemu, temukan kita dalam keadaan tenang seperti biasa saja, tapi tetap sharing dan menjadi saudara. Amin J.
Saatnya aku buka mata dan hati membuka lembaran baru tuliskan lembaran itu dengan tinta biru tandanya kebaikanmu dan selamanya sampai akhir hayat amin J.
Ya allah aku mohon ampun segala kesalahanku hamba hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan ampuni hamba ya allah, bimbinglah,tuntutlah hamba pada jalan benar pada jalan kebaikan bagi hamba J. LOVE ALLAH. Terimakasih ya allah sudah menyadarkanku, ya allah sadarkan dia agar menuju jalan yang benar dia ingin berubah bantulah dia ya allah, bantulah ya allah J amin J.

Sabtu, 22 September 2012

Still love you dear! 


Menghela napas karena lelah hati
Upaya dan dayapun sudah ku coba
Mencoba lebih dari satu kali
aku ingin kita satu ikatan di lisan
bukan di hati
hati yang satu
tapi belum bisa disatukan
cukup jauh di rasakan

‘’ayo maju terus jangan mundur’’ kataku padanya
‘’mundur lebih baik, aku serahkan semuanya pada yang lebih baik’’
Tercengah
Diam
Patung
Bisu
Menjerit
Tidak percaya
Meneteskan air mata.
Menutup mata
Telinga
Hidung
Ingin berlari sejauh mungkin
Ingin memasuki lorongan diam sejenak disana
Biar saja dia yang menjemputku.
Hanya 1 kalimat untukmu
I still love you dear L















Harus bagaimana lagi ?



pertanyaan yang selama ini aku tanyakan sudah terjawab semua dengan cara seseorang yang berarti di hidup ku itu menyadarkanku, tidak usah tahu bagaimana pertanyaannya dan jawabnya cukup aku yang merasakan. setelah 2 bulan menjalani bersama sesorang di hati cukup tau dan membuka mata dan hati. kalau saja aku sebutkan. ‘’seandainya ini di teruskan bagaimana kah?, tidak ada yang tau jawabannya’’. 
2 hari termenung dan bingung harus berbuat apa tapi setelah bangun tidur dapat solusinya. trus sebenarnya masalahnya apa sih?. aku dengannya 2 bulan menjalani hubungan pacaran tapi semua berakhir karena ada 1 cara yang berbeda. Kamipun mencoba  berbicara lewat hand phone agar masalahnya segera selesai.
  
''langsung aja pada intinya, aku ingin kita kaya dulu lagi'' kataku tegas
''iya, kalau seandainya aku melakukan hal yang salah gimana?'' jawabnya
''.........'' diam sejenak kebingungan harus jawab apa
".......................................'' kamipun diam beberapa menit aku mengela napas karena cukup bingung harus apa, dengan pertanyaan yang membuatku  sekak mat dia benar-benar kritis beda denganku hal ini yang aku senangi darinya.
“ya udah gini aja, gimana kalau kita break dulu?” tanyanya. Aku diam dan kaget, break? Benar-benar di luar dugaan kata-kata itu aku bingung mau jawab apa di sebelahku ada erie sahabatku dengan bisik-bisik aku berbicara pada erie bahwa kita break. Kata erie coba Tanya kamu masih sayang ga sama aku?, aku coba Tanya itu.
“kamu masih sayang ga sama aku?’’ tanyaku
“loh, aku kan Tanya gimana kita break aja?’’
“iya iya iya tapi jawab dulu pertanyaan aku?’’
“iya aku masih sayang sama kamu, terus gimana?’’
‘’aku maunya kita jadian lagi’’
‘’iya iya, tapi seandainya aku melakukan keslahan lagi gimana?’’
‘’ya kamu berubah’’
‘’iya siapa sih yang ga mau berubah menjadi lebih baik, tapi kan emang aku kaya gini, iya emang perlahan-lahan tapi kan ga tau kapan’’
‘’iya perlahan-lahan nanti juga sampai finishnya’’
‘’ya udah gini aja, kita break nunggu aku berubah gimana?’’
‘’………………………………’’ ga ada jawaban aku benar-benar bingung harus ngomong apa
‘’tut tut tut’’ telephone pun mati
Aku cerita dengan erie kalau kita break tapi jujur aku tidak ingin break aku inginnya kita kaya dulu lagi. ‘’ ya udah sih cii, turutin aja kata dia itu jalan satu-satunya’’
‘’oh ya udah deh tapiiii arghhhhh’’ jeritku yang udah mulai pusing dan argh
‘’sabar udah turutin aja toh emang dia bener ko, ga salah’’
‘’ya udah deh, iya iya gue turutin kata dia’’. Akhirnya aku sms dia dengan memutuskan kita break tapi selama itu kita masih smsan,ketemu, dan lain-lain setelah itu kamu jadi milik aku . Diapun menjawab dia anggap ini awal kita kenalan ga tau kedepannya bagaimana kalau emang ada yang lebih baik silahkan saja.
Benar-benar dia sudah melepaskan aku sedangkan aku masih berharap bersamanya terus bagaimana dengan masa lalu kita?  aku ga tau harus bagaimana lagi mencoba meyakinkanmu untuk aku. kalau aku ingat usaha aku sampai dia balas sms dan angkat telephone lebih dari 3 kali aku sms dan begitu pula telephone, apa lagi ketemu aku sampai mohon-mohon dengannya hanya ingin mengeluarkan isi hati saja , tapi nyatanya dia malah tidak ingin dan tidak ingin mempertahankan hubungan kita lagi . Aku bingung harus bagaimana lagi tidak ingin kehilangan orang yang sayang sama aku, akunya juga menyayanginya dengan keadaan ini malah dia mundur HARUS BAGAIMANA LAGI .
Setelah mencoba-coba telephone akhirnya dia mau juga bertemu besok semoga benar besok bertemu. Aku sudah merencenakannya supaya berhasil dan baik untuk kita. Aku benar-benar still love u dear, katakan pada aku dan dunia sayang