Aku kirimkan surat ini untukmu ketika aku
sedang menangis di kamar karena tak mampu menahan ini semua:
Kamu bisa membuat
aku menjadi sosok wanita yg sabar dan keibuan.
Kamu bisa meraih
cintaku dengan ketulusan cintamu yg kau beri.
kamu bisa melihat
dunia yg tak pernah aku lihat.
Kamu bisa menerima
aku apa adanya.
Tapi...
Kamu tidak bisa
membuat aku seutuhnya menjadi sosok keibuan.
Kamu tidak bisa
menghentikan cintaku padamu.
Kamu tidak bisa membekas apa yg ada di duniamu
untukku.
Kamu tidak bisa
menerima aku di saat aku sedang membutuhkan kasih sayangmu.
Itu semua karena
kita telah berakhir.
Ya Tuhan siapa yg
bisa menyembuhkan luka hatiku?.
'orang yg tepat
untukmu'...
Dari: Kekasihmu
Dan dia membalasnya:
Maafkan aku yang tidak dapat
menjadikanmu menjadi sosok keibuan, membuatmu untuk terus berlari dalam
cintaku, dan tidak dapat menerimamu disaat kamu membutuhkan cintaku,bukan
maksudku untuk mengkhianati ketulusan cintamu dengan mengakhiri hubungan ini,
namun ada alasan lain yang selama ini terus membuatku resah dan takut jika suatu
saat nanti kamu menangis dan masih dalam ikatan cintaku, itu sangat menyakitkan
bukan ? Sayang kamu tahu apa yang terjadi saat hari itu ketika aku mengakhiri
cinta kita ? saat air matamu terus mengalir deras karena aku pergi begitu saja
tanpa menghiraukanmu, sebenarnya saat itu aku juga ikut menangis, hatiku sesak
dan begitu sakit sampai aku tidak sadarkan diri, dan akhirnya kutemui tubuhku
terbaring lemah di rumah sakit.
Aku melepaskan Cintamu bukan
karena aku membencimu namun karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin
kamu merasa iba, setelah mengetahui keadaanku sekarang, karena itu hanya akan
membuatku terus merasa bersalah karena tidak dapat membalas ketulusan cintamu.
Maaf pula jika selama ini aku menyembunyikan
penyakit kangker darah yang aku derita,sebenarnya sakit ini telah aku derita
sekitar satu tahun yang lalu, namun lagi-lagi aku tidak ingin membuatmu
tersedih dan menangis,karena air matamu sangatlah berharga, begitu tidak pantas
jika air mata itu jatuh hanya untuk laki-laki yang hidup tidak lama lagi. Kini
kamu tahu bahwa sebenarnya kamu tetap dihatiku bahkan untuk selamanya... dan
Tuhan pun tahu itu. jaga dirimu baik-baik sayang, jaga kesehatanmu,jangan
bertindak hal-hal yang bodoh untuk dirimu sendiri, karena disini aku tidak akan
pernah rela. Dan yang terpenting kini saatnya kamu mulai membuka hatimu untuk
orang lain, jangan pernah takut dan bersalah terhadapku, karena aku cintaku
telah tersimpan rapi dalam ruang hatimu yang lain, dan kamu berhak mendapatkan
kebahagian yang baru, rasanya tidak adil jika kamu tidak mendapatkan semua itu,
karena kamu tahu kini aku sangat bahagia dengan cintamu
Dari: Cintamu
NB: Saya sebagai
wanita yang menulis surat itu, dan Dian Fitriani sebagai pria yang menulis
surat itu. ini adalah kisa nyata yang di alami oleh saya sendiri, catatan ini ada di facebook saya dan di komentari oleh Dian, dia tertarik untuk melanjutkannya, jadilah seperti ini. terimakasih mba Dian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar