aku hanya diam beribu arti
mereka yang tak pernah tahu isi hati
berujung cerita yang merasakan pahit
pahit lisan,pahit batin,pahit langkah
andai kata semua ini bisa berubah???
mana mungkin ????
masa lalu yang tak pernah datang kembali
hanya menunggu masa depan
berjalan dengan tegap untuk masa depan yang cemerlang
Rabu, 30 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Angin malam menemani aku dalam kesendirian duduk di sebuah saung di depan rumahku Seiring berjalannya waktu aku menatap langit melihat bintang gemintang dan terangnya bulan,senyum-senyum sendiri seperti orang gila itupun kalau orang melihat.
Bersenandung pelan membuat hati ini tenang,kucing yang tadinya gerak gerik tak ingin diam,tiba-tiba berhenti ketika mendengar aku bersenandung,tepat sekali di depan mata menatapku.
Bunyi sms terdengar dari hpku yang berada samping kanan,terdapat no baru.
08777255671
Tuk bsk kls musik,mask d ruang lab mipa,pel not ,
Ana….
Aku balas :
Makasih ana….
Ana:
Sma2…..
Sudah pukul 23:00 wib,aku masuk ke dalam rumah,tiba di kamar langsung menuju kamar mandi .Setelah wudhu dan gosok gigi,aku langsung terlelap tidur,setelah baca doa.
At morning
Pagi-pagi begini sudah dapat omelan dari bunda,huft kacau dech,semalam indah, pagi ini bad banget,dari pada aku harus kesal sama bunda lebih baik aku duduk manis di meja makan sambil makan nasi goreng buatan bunda dan tak lupa untuk merendam kekesalan memberi senyuman kepada kelurga.
“ morning all” kataku sambil duduk di dekat adik ku tercinta
“ too,sayang” jawab ayah yang tak mau kalah dengan senyumannya yang khas,dan kulihat kumisnya menambah tipis apa mungkin beliau di cukur kumisnya,hmm urusan beliau itu.
Kehangatan dalam keluarga terasa sekali saat kami berbincang-bincang di meja makan terlihat semuanya pagi ini ceria,apa lagi bunda terlihat ceria ya meskipun lelah mengurus rumah terlebih bunda harus kerja,menjaga butik.
“alhamdulillah udah selesai makannya,bunda ayah,aku duluan ya” kataku sambil berdiri
“ya sayang hati-hati,bawa motornya jangan ngebut-ngebut” jawab mereka memberi senyuman
“ya,bun ….ayah” jawabku,sambil bersalaman
At school
Jalan santai memberi senyuman ke semua orang,meskipun ada oarang yang tak membalas.Dengan seragam SMA,rambut sepundak di ikat satu,itulah aku yang tak ingin ribet,inginnya simple.Sudah sampai di kelas”oh my god,rame amat di kelas kaya di pasar”kataku dalam hati
“hei,fia…”sapa andri,yang duduknya samping kanan aku
“hei..jg,dri ko rame amat ada apa?” tanyaku penasaran karena tidak seperti biasanya
“oh,ituloh di bogor kan ada konser Justin biber”
“terus ngapain anak-anak rame….”tanyaku lagi
“aduh fia mis cuek,halo bu ya mau pada nonton lah,masa makan….”
“oh,gitu aja ribet,mendingan nonton di tv,lebih jelas and ga desek-desekan”
“ya itukan lo,beda sama anak-anak,tapi beneran lo ga mau ikut?”
“ogah,lezma,emangnya lo ikut?”
“tadinya mau ikut,tapi ga jadi?”
“oh..”
Tiba-tiba kelas hening seketika saat Bu Che-che masuk untuk mengajar matematika,simpan buku-buku di atas meja guru langsung memberi salam di depan kami.
Kami jawab salamnya agak sedikit lemas karena pelajaran matematika suntuk meskipun bu guru baik,tapi cara mengajarnya seperti ngomong sendiri.
Dalam kelas ada yang tidur,males-malesan mendengar ibu guru ngomong dan ada juga yang serius siapa lagi kalau bukan Vera sang kutu buku,opss hampir lupa ada satu lagi sang kutu buku Veno,hmmmm sepertinya namanya hampir sama tapi ini sungguh beda perusahaan maksudnya beda orang tua.
“ kapan sich bel, bt gue” bisikku kepada Nisa teman sebangku
“bentar lagi ko fi…..”
“berapa menit lagi?”
“5 menit lagi”
“huft….suntuk gue”
“sabar fi….”
Setelah 5 menit,belpun berbunyi
“teng….teng…teng…teng......teng…”
Anak-anak SMA SMART OF ART,keluar dari kelasnya.Aku,nisa,riri,mely,fahri,dan andri menuju ke kantin,entah mau beli apa.
Sambil berjalan “cuy,mau makan apa?” tanyaku melirik mereka
“apa aja lah gue mah” jawab fahri dengan selengean
“ I like it fah….” Jawab anak-anak serempak
Setelah sampai di kantin mengambil tempat duduk paling pojok dekat pintu keluar,seperti biasa mely yang memesan makan,serempak semua makananya somay dan tehbotol plus es.lama menunggu kami,berbincang-bincang about liburan kali ini kemana.
“ gua tahu liburan kemana ke pantai aja”kata fahri
“bosen,,,,,,yang lain..”jawab riri
“ke dufan..”jawab andri
“bosennnnnn”jawab riri.nisa hanya diam saja,tak ada komentar
“fi…biasanya lo ada ide?” Tanya andri kepadaku,aku tak menghiraukan sebab aku sedang berfikir keras ( laganye berfikir keras kaya wong pejabat aje)
Ramai di tempat kami,seisi kantin memperhatikan kami sampai-sampai makanan dan minuman pula memperhatikan kami,tumbuhan juga dan tak lupa hewan kecil (emangnya zaman nabi daud).Perdebatanpun terjadi diantara kami,ada yang ngomong dufan,yogjakarta,malang,dan lain-lain.tiba-tiba aku berteriak tanpa sadar karena mereka membuat seisi kantin ini terganggu. .”stooooooooooppppppppppppppppppppp,jangannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn berdebat lagi” kataku sambil berdiri dan memukul meja,kami jadi pusat perhatian.
“ok,gua punya ide,tapi satu hal jangan kalian membantah lagi karena pasti lo,lo,lo pade setuju dengan pendapat gua” kataku berbisik pada mereka sambil memberi jari telunjuk kepada mereka.
“ga gitu donk,masa harus setuju belum juga denger ide lo”fahri sewot
“stop jangan basi-basi waktu istirahat tinggal 10 menit lagi,to the point aja lah”kata andri
“ok baik-baik,gi mana kita ke puncak,nginep di rumah nenek gua?”kataku
“hmmmmmmmm,” semuanya berfikir
“hmmmmmmmmm” nisa berfikir
“gi mana yach” kata riri
“gi mana yach” kata andri
“makanan datang,silahkan mencicipi”kata mely memberi makanan,respon mereka sangat baik karena mereka sangat lapar setelah berdebat dan berfikir keras.Suasana hening tanpa ada suara kecuali suara orang makan dan bunyi sendok,tapi ini hanya di tempat meja makan kami saja.Melahap dan bernafas saat makan,andri dan fahri makan dengan lahapnya,sedangkan nisa begitu lembut,dan yang lain santai saja.
“ the first,yeahhhhhhh iam the winner”kata andri bangga
“ye…gitu doang bangga”jawab riri
“gue,ini bukan lo,”
“rese lo”
“emang”
“teng…teng…teng…teng…teng…”bel masukpun berbunyi.murid di sekolah SMART OF ART masuk kelas,termasuk kami juga.
***
“ketemu malam lagi….huft lagi suntuk begini enaknya ngapaen yach….?”kataku
“ahai,ketemu jawabannya,MAKAN”
Bunyi sms terdengar
Dari:andri
Untuk:ashfia
Hmmm,mlm fi…
Dari:ashfia
Untuk:andri
Jg,…
Dari:andri
Untuk:ashfia
Hey,gy bt g?...
Dari:ashfia
Untuk:andri
Ya nich,k rmh w sch skr….
Dari:andri
Untuk:ashfia
Y dech,,,,
Dari:ashfia
Untuk:andri
Siippppp….
***
“assalamualaikum”salam andri ketika dia sudah sampai di rumah aku
“walaikumsalam”jawab aku,menghampiri ke pintu depan,kubuka pintu dan….
“hey”senyuman manis yang ia berikan,tapi aku tak tergoda biasa aja(masa,belaganye gue)
“jg….masuk jelek”
“ya,jelek makasih”
“sama-sama,yuk kita ke belakang aja,di tempat yang terbuka”
“ok….sob”
Kami duduk berdua diatas saung,ditemani minuman yang hangat dan kue kesukaanku buatan bunda.
“kakakkkk…..”panggil fatir
“ya ade,kakak disini,di belakang”
“siapa,adek lo?”Tanya andri
“ya,adek gue”jawab aku
Dia menghampiri aku,membawa bikisan,yang terlihat dari jauh seperti makanan yang aku kenal,dia memberikan kepadaku dan disimpan disampngku.
“ka,ini dari ka fahri,tadi ketemu di mall ga sengaja….”
“emangnya ade sama siapa ke sna”
“sama bunda ayah”
“oh”
“ya udah sana ade tidur,udah malem sayang”kucium keningnya tanda kasih sayang langsung menuju kamar setelah di perintahkan ke kamar untuk tidur.
“ekhmm”batuk andri dengan sengaja
“oh,sory dri…”
“ya ga kenapa-kenapa”
“ya,ga apa-apa,boleh nanya ga?”
“nanya apa?”
“lo sama fahri,ada hubungan special ya.semacam kaya pacaran begitu”
“ga ah…”jawabku santai
“terus ngasih bingikisan itu?”
“Cuma biasa aja,udah biasa kali kaya gitu “jawabku kesal,karena dia ingin saja mengetahui urusanku
“ya dech…”
“pacar lo kemana?”Tanya andri lagi
“gue,ga punya pacar”jawab aku
“masa bukannya lo pernah pacaran yang waktu itu,lo pernah cerita ke anak-anak”
“oh,itu Cuma deket aja tapi dianya gitu,sekarang udah lost contac”
“sayangnya fi…”
“lonya?”tanyaku balik
“ehmmmmm,gue lagi bingung?:
“kenapa?”Tanyaku penasaran
“sebenarnya gue suka sama cewek,…”
“terussss,kenapa ga di tembak aja”
“gue takut ga di terima”
“hmmmm,emangnya suka dari kapan?”
“udah lama sekitar 1 tahun”
“whatssss so good,emang siapa ceweknya?”
“kalau lo tau pasti kaget,”
“temen kita bukan”
“bukan,udah ah ga usah di bahas”
“ya sudah…”
“fi….hp lo ada yang telephone…” langsung ku angkat
“halo ada apa nis…..”
“gue Cuma mau ngomong,tawaran yang lo kasih itu anak-anak pada mau,tadi anak-anak pada sms ke gue”
“oh,ya udah kesanaya pake mobil gue”
“ok.fi….”
“siippp dech”
“klilk”
“tadi si nisa ngmong kalau kita jadi ke puncak”
“oh,itu ya gue udah tau,”
“terus kenapa lo ga kasih tau ke gue”
“sory fi…lupa”
“dasar kakek pikun”
“nenek yang pikun”
“bukan kakek”
“nenek”
“kakek”
“nenek”
“kakek”
;nenek”
“kakek”
“udah yang penting ga ada yang pikun”kata andri candanya
“hahahahahahahahahahaahahaahahahhahahah”tertawa ku lepas.
Sudah malam sebentar lagi jam 11 malam,andri pamit untuk pulang ke rumahnya,ku anatarkan sampai gerbang kuucapakan”hati-hati,,,dri…”
“ maksih….yuk”
“sama-sama,ya”
Motor yang bermerek mahal itu sudah dibawanya,dengan kecepatan yang ngebut entah berapa mili,masuk ke rumah hening hanya ada suara detikan jam yang bergantung di ruang tv.Merinding bulu bandanku,ngibrit ke kamar,langsung menutup diri di selimut.
***
At puncak
Terasa dingin pada malam ini,meskipun sudah memakai selimut.Kabut tebal menutupi penglihatanku ke arah luar untuk melihat suasana pada malam hari.Aku,mely,nisa,riri,berada di kamar depan.Sedangkan fahri dan andri berada di kamar belakang.suara kokokan ayam sudah terdengar,kulihat jam dunding yang berada tepat depan mataku,pukul 3:00 wib.Berlanjut dalam tidur.
Pagi-pagi begini enaknya keluar menghirup udara segar dan aku membuka pintu
“huft,,,,indahnya melihat pemandangan yang indah dan kabut yang tipis,”kataku senang,melangkahkan kaki menuju perkebnunan the,pada pagi itu teman-temanku belum pada bangun,berjalan setapak demi setapak,terdengar suara orang melahkankan kaki ternyata….
Kutengok ke belakang”fahri”heran ku
“hehehehehe”tawanya
“kenapa ga bilang dari tadi,kalau mau ikut”
“sebenarnya,gue tadinya ga ikutin lo,berhubung gue suntuk sendirian ya sudah ikutin lo aja”
“……”aku mengangguk
Setelah berjalan 5 menit kami beristirahat di pohon yang rindang,memperhatikan ibu-ibu sedang memetik pohon teh.
“susahnya cari uang “uacapku tiba-tiba
“emang kenapa?”
“perhatiin,ibu-ibu itu memetik pohon teh hanya untuk cari uang demi anak-anaknya,ga tau berapa di gaji,gua bersyukur aja punya orang tua yang mampu biayaiin anak-anaknya”
“ya,gue juga sama,tapi apa pikiran orang lain sama seperti kita?”
“ada yang sama ada yang beda,ya namanya juga manusia”
“hmmm,ya ya ya,hmmm kayaknya matahari udah mulai terlihat nih,ada yang perlu gue omongin ke lo”
“pasti curhatkan…..!”jawabku so tahu
“bukan,so tahu lo”
“tempe kaliiii…”
“sebenarnya ……hmmmm……..”tiba-tiba diam sejenak,jantungnya berdegup kencang,keringat dingin keluar(lebayy sangat)
“ko…diem lo …..lanjutin “
“gue…..SUKA sama lo…”
“apa?”kaget seketika
“gue suka sama lo,mau ga lo jadi pacar gue?”
“gue ga percaya apa yang lo omongin”
“ya udah kalau lo ga percaya,tunggu nanti malem di belakang rumah”
“mau ngapaen…?”jawabku heran
“gue mau ngebuktiin kalau gue sayang sama lo”
“alahhhhhhh,bulsht,,,udah jangan bercanda…”
“ah,ngomong sama lo susah,dasar cewek super cuwek”
“ah,ngomong sama lo susah,dasar cewek super cuwek”
“ya udah….heheheeheheh”tawaku padanya sambil nyengir dihadapannya.
“balik yu….”
“yu…”
***
Lihat pemandangan yang belum pernah ada di kota serasa tak ingin lepas dari pandangaanya.Indah sekali kebun teh berbaris rapi,aku bersama fahri berbincang-bincang sambil berjalan,sekarang yang aku pikirkan adalah omongan fahri yang mengatakan cinta aku percaya ga percaya,fahri itu orangnya selengean,tapi cerdas,basket ok,musik ok,main drama juga ok,cuek sama cewek.Paling dekat sama kita-kita,yang lain enggga.Sungguh aneh tapi nyata,gerak gerik dia tidak memperlihatkan kalau dia suka sama aku.Dia benar-benar misterius banget,pantes kalau di juluki SI MISTERIUS ,tapi aku akan tahu yang sebenarnya.
At night
“jadi ga jadi gue ga peduli”kataku dalam hati
“hey fi…”
“ya kenapa,di panggil sama fahri di belakang”
“barusan aja gue ngomong,”
“kenapa fi…”Tanyanya aneh
“oh ga kenapa-kenapa”jawabku gerogi takut ketahuan yang sebenarnya
Lets go,ke belakang rumah dengan baju pendek putih,celana jins,switer biru kupluknya,dan yang terakhir rambut di kuncir satu seperti biasanya.
“hey….”sapaku
“hey jg..”jawabnya
“yakan gue benaran ,sekarang gue mau ngomong sekali lagi,gue sayang sama lo”kata fahri serius sambil menatapku,aku melihatnya takut,karena takut di marahain habisnya si fahri ngomongnya pake otot,tapi salah aku juga,hehe..
“buktiin kalau lo sayang sama gue”
“ok,gue akan nyanyi di depan lo….”
Sumpah ini anak nekad nyanyi di depan aku,mana ada anak-anak yang ngintip mesikupun sudah ketahuan sama aku,dan menurut mereka ga ketahuan.yang di nyanyian lagu ………………………………………………………………………………………..
“stop gue tetap ga percya fahri,”
“alasan lo kenapa sich selalu aja ngomong ga percaya”nada suara fahri tinggi,duh gawat fahri mau marah tapi emang bener aku tuch ga percaya
“karena ga ada gerak gerik lo suka ma gue”
“apa kurang,gue sering ngasih lo makanan pas gue ketemu adik lo,terus pas lo sakit 2 hari gue nunggu lo di rumah sakit,kalau kita jalan sama yang lain gue serung deket lo,karena gue sayang sama lo ga mau jauh dari lo ashfia”marahnya sampai terdengar kerumah,semua orang-orang di rumah ke belakng,kami jadi pusat pertontonan.
“apa itu kurang cukup….”tambah fahri
“hmmmm”aku menunduk bingung harus jawab apa
Tiba-tiba aku berbicara entah datangnya dari mana ini kata-kata”beri gue waktu”
“ok kalau mau lo,gue akan nunggu lo “
Langsung menuju ke kamar tanpa pamitan dahulu.
‘huffftttttttt harussssssssssssssssss bagaimna lagiiiiiiiiiiiiiiii gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,ashfia gue sayangggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg sama loooooooooooooo sahfiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”teriaknya kesal,mely,riri,andri menghampiri fahri
“fahri…gue ga nyangka bangetz,..”kata riri sambil duduk di rumput hijau,
“gue juga ga nyangka friend”andri mengikuti
“pokoknya kita ga nyangka,yang selama ini fahri cuek dan selengean ternyata lo suka sama fia.terus kenpa lo ga ngomong ke kita dulu”
“karena gue takut merusak tali persahabatn kita”jawabnya kesal
“masalah itu,ga bakal ri….”jawab mely lembut
“ya,bener,yang namanya hati ga ada yang tahu masa kita harus ngelarang lo untuk ungkapin perasaan lo ke fia…ga mungkin kan”timbale riri
“awalnya gue itu udah ngomong tadi pagi,dan gue yakin di jawabnya pagi kalau ga sms
Telpone,dan gue juga kalau jadian ga bakal bilang-bilang ke lo lo lo semuanya”
“ya…..sudah terlanjur ri…mau bagaimana lagi”jawab andri
“lo tau kalau sifat fia begitu”
“ya gue juga tau”
“ya baguslah.tapi gue yakin si fia,besok akan biasa aja,ga akan ngungkit-ngungkit masalah ini,ya kalian tau kan sifat dia bagaimana “
“ya sich”jawab mely dan riri
‘paling,kalau lo nanya sama dia baru”
“lo pokoknya harus bisa.kita Bantu lo dari belakang”
“thanks all’
Kami segera masuk ke kamar masing-masing,karena sudah terlarut malam.
Setelah sampai di kamar riri dan mely melihat nisa dan aku sedang berbicra di kamar kami menghampiri mereka,setelah kami menghampiri mereka,melihat mata ashfia meneteskan air mata
“lo kenapa fi…”Tanya mely kaget,begitu juga ekspresi riri
“hmmmmm,sini gue bisikin”jawab nisa pelan
“,……..”nisa berbisik pada mely
“ohhh”jawab mely
“aneh gue lokan ga biasanya kaya gini”
“habisnya…hiksssssss hikssss….si fahri pake otot ngomongnya,biasa aja lah”
“hahahahahahahahah..”tawa riri
“lo ketawa di atas penderitan orang lain”sindir aku
“eh,bukan gitu sayang”jawab riri
“lagian lo susah di bilangin”
“makanya dia pake otot ngomongnya”ucap mely dan nisa
“ya….tapi iam not belive sis”
“ok well,I known sifat lo”
“terus besok bagaimana?”Tanya nisa
“ya gue bakal biasa aja,lagian ngapaen di pikirin”
‘tuch,kan bener apa kata kita,pasti lo akan biasa aja”
“udah ah gue ngantuk mau tidur”kata aku sambil tarik selimut
“huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu,cewek super cuwekkkkkkkkkkk”canda mereka
“bodo”jawabku manyun
“hu,dasar”jawab mereka sambil mengacak-acak rambutku
***
“pagi semua”ceria ku pada semua orang yang ada di rumah,lewat fahri aku cuek aja,tapi aku tidak enak akhirnya aku kasih senyuman untuk meredakan kejadian semalam balasnya senyuman yang pahit,yach aku biarkan saja.
“hmmm ceria amat lo fi..”kata andri ingin tau
“kan masih pagi”
“pagi,apa kejadian semalam”
“hmmmm”hanya bergumam dan setelahnya senyuman yang aku balas
“ekhmmmm”
“ekhmmmm juga dri…”balas mely yang ingin menggoda aku dan fahri
“udah makan dulu,nanti habis sama si riri”kata fahri
“riri apa riri…”goda nisa
“……”cemberut fahri.aku sedikit salting sama fahri habis bagaimana lagi dia begitu sama aku.Mereka memperhatikan kami,saat fahri menatapku aku sedang asyik makan,tapi mereka memperhatikanya
“ekhmmmmm,asyik sekali makannya fi….”goda riri
“hehehe…biasa aja,udah ah gue lagi serius makan”
“serius makan apa lirikan”jawab riri,lirikan mata mereka ke arah fahri
“gue duluan yach,yuk mel”kata nisa ajak riri
“ya gue juga,mau ikut gue g..?”Tanya andri pada mely
“ya gue juga udah”
“good bye honey”pamit nisa padaku,sambil menggoda
“selamat menikmati berduan-duan di meja makan”
“daghhhh honey fia,honey fahri”
“emangnya gue madu”kata fahri sewot
“daghhhh sayangangggggggggg”pamit mereka nada menggoda kami
Setelah mereka pergi
“gue mau kebelakang”
“stoppp temeninn gue disini”
“mau apa ada perlu sama gue,..”
“ya iyalah,lo ini ya..”
“bentar gue mau Tanya sama lo,tadi kenapa gue senyum sama lo balasannya pahit amat”
“gue kesel sama orang”
“sama siapa?”
“oh,jadi ga ngerasa nih…”
“emang yang ga ngerasa siapa”
Fahri semakin kesal karena ulah ashfia yang rese abis,semoga tidak terjadi perkelahian dan debat,fahri tetap sabar menghadapi ashfia
“ah,lo ini yach rese,sekarang jawab lo apa”
“jawabannya,gue mau jalan-jalan”
“ga bisa lo harus jawab sekarang”
“emangnya jawab apa”mulai sifat so pelupa yang emangnya ga pelupa
“ok gue ulangi sekali lagi,GUE SAYANG SAMA LO,ASHFIA FAIRUZI FAHRANI” kata fahri dengan penuh tekanan agar menyakinkan ashfia,sambil memegang pundaknya,mereka bertatapan,seperti biasa ashfia hanya menunduk saja.
“gue ga suka sama lo maaf ya”sepontannitas aku menjawab,reaksi fahri sangat kaget,keyakinannya salah besar
“oh ya udah gue mau balik dulu”fahri balik ke belakang tiba-tiba
“gue ga suka sama lo,tapi gue cinta dan sayang sama lo fahri”
Fahri kaget mendengar aku berkata itu,langsung dia berkata
“ULANGI SEKALI LAGI GUE GA DENGER”teriak fahri
“GUE GA SUKA SAMA LO TAPI GUE CINTA DAN SAYANG SAMA LO”
Pulang dari puncak memberi kenangan yang tak pernah terlupakan oleh aku dan fahri begitu juga teman-teman yang lain.Dalam mobil aku dan fahri sengsara diledekin mulu oleh para jombloan dan jomblowati hahahahhhhhahah.
Langganan:
Komentar (Atom)